Posts

STUDI BANDING STAF PERPUSTAKAAN UMI MAKASAR KE DIREKTORAT PERPUSTAKAAN UII

STUDI BANDING STAF PERPUSTAKAAN UMI MAKASAR KE DIREKTORAT PERPUSTAKAAN UII

UMI MakasarPerpustakaan Perguruan Tinggi merupakan sarana pendukung proses belajar mengajar yang penting bagi sivitas akademika. Oleh sebab itu perpustakaan perguruan tinggi harus dapat memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka (sivitas akademika). Sebelum disajikan kepada pemustaka sumber informasi di perpustakaan berupa buku-buku baik cetak maupun digital membutuhkan proses tindakan (pengolahan). Pada era information explosion ini proses pengolahan dan penyajian informasi di perpustakaan membutuhkan sarana dan prasarana berupa teknologi informasi yang sering disebut otomasi perpustakaan.
Tujuan studi banding rombongan dari staf perpustakaan Utsman bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar ini untuk melihat langsung implementasi sistem otomasi perpustakaan dalam memfasilitasi pelayanan pada pemustaka di Direktorat Perpustakaan UII. Beberapa hal yang diamati antara lain proses digitalisasi local content, repositori perpustakaan dan cara akses informasi. Rombongan berjumlah 7 orang hadir pada Jum’at 06 Februari 2015 pukul 15.15 s.d. 17.00 dipimpin oleh Drs. Thalha Achmad, MM. mewakili kepala perpustakaan Utsman bin Affan UMI,  diterima oleh Gaib Suwasana, SIP., MIP Kepala Divisi Pengadaan, Administrasi Umum dan Keuangan dan Ismanto Kepala Divisi Rumah Tangga dan Perbekalan di ruang sidang lantai II DP UII.
Dalam sambutan mewakili direktur Gaib Suwasana menyampaikan bahwa Direktorat Perpustakaan UII masih terus berbenah untuk meningkatkan optimalisasi pelayanan, termasuk potensi local content yang saat ini masih terus dalam proses alih bentuk (digitalisasi). Proses tersebut terus berlanjut sampai local content di upload/ publish ke jaringan online (intranet dan internet) sehingga dapat dinikmati oleh pemustaka dari mana saja, meskipun masih ada pembatasan akses.  Kegiatan tersebut bermanfaat untuk menggali dan mengenalkan keunggulan-keunggulan UII dengan informasi local content-nya.
Sementara Thalha Achmad menyampaikan bahwaDirektorat Perpustakaan UII dipandang sebagai perpustakaan yang sudah menerapkan sistem otomasi, dan paling bagus untuk perpustakaan perguruan tinggi swasta, khususnya dalam menunjang pelayanan pada pemustaka.
Selesai diskusi rombongan dari staf perpustakaan Utsman bin Affan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makasar mengunjungi untuk melihat langsung proses pelayanan ke unit-unit layanan di Direktorat Perpustakaan UII. (Gaib Suwasana/ Pustakawan UII).

Pohon Tumbang Menimpa Gedung Perpustakaan

Hujan disertai angin kencang yang mengguyur lingkungan kampus terpadu UII menyebabkan sebuah pohon di sisi barat laut Gedung Mohammad Hatta, Perpustakaan dan Museum (Direktorat Perpustakaan) tumbang. Tumbangnya pohon tersebut mengakibatkan kaca jendela di beberapa lantai pecah, mulai dari lantai LG sampai dengan lantai 2 (4 lantai). Kejadian ini sempat mengagetkan pengunjung perpustakaan yang sedang belajar dalam gedung. Beruntung, kejadian tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa maupun luka. 
Robohnya pohon dengan diameter sekitar 40 sentimeter setinggi 20 meter terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, Sabtu (14/2). Diduga pohon tersebut tumbang karena pangkal pohon sudah mengalami kelapukan sehingga pohon tidak mampu menahan  angin kencang dan hujan deras yang terjadi.
Salah seorang petugas perpustakaan yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan tumbangnya pohon terjadi pada saat hujan diserta angin kencang, kira-kira pukul 15.30 WIB, tiba-tiba Ia dikagetkan oleh bunyi benturan keras. Bebarapa orang segera mendekati area kejadian dan melihat banyak serpihan kaca pecah di lantai dalam gedung, sementara beberapa dahan dan ranting pohon menimpa dan tertahan pada sudut gedung.
Untuk menghindari akibat yang lebih jauh, secepatnya petugas perpustakaan dan kebersihan membersihkan serpihan kaca, menyingkirkan dahan dan ranting yang tertahan digedung. Juga segera menutupi jendela yang kacanya pecah dengan material seng bekas agar air hujan tidak masuk dalam gedung demi alasan keamanan dan menghindarkan koleksi (buku) perpustakaan terkena air hujan.