
Pada era globalisasi ini persaingan disegala sektor pekerjaan begitu ketat, hanya sumber daya manusia (SDM) yang benar-benar berkompeten yang dibutuhkan oleh pasar kerja. Menjadi suatu keharusan bagi SDM untuk meningkatkan kompetensi diri, dengan selalu meningkatkan kemampuan dan menguji kemampuan tersebut. Salah satu lembaga penguji kompetensi SDM Pustakawan adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan (LSP Pustakawan) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI).
Uji kemampuan kerja dilakukan berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) merupakan produk dari Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, nomor 83 Tahun 2012. Setelah peserta uji kompetensi dinyatakan lulus lalu diberikan sertifikat kompetensi kerja (Sertifikat kompetensi pustakawan) dari LSP Pustakawan atas nama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Pustakawan sangat dibutuhkan sebagai mediator dan fasilitator informasi untuk menyikapi semakin tingginya tuntutan pemustaka agar perpustakaan dapat meningkatkan mutu layanannya. Dengan demikian, perpustakaan harus didukung oleh sumber daya manusia perpustakaan yang profesional,yaitu pustakawan yang memiliki kompetensi bidang perpustakaan dengan berpedoman pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia -Perpustakaan (SKKNI – PRP).
Dalam rangka memotivasi SDM Pustakawan di lingkungan Pemda DIY dan Kabupaten/Kota serta beberapa Pustakawan Perguruan Tinggi dan Perpustakaan Sekolah, agar siap mengikuti uji kompetensi Sertifikasi Pustakawan, maka Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sertifikasi Kompetensi Pustakawan. Bimtek dilaksanakan pada tanggal 18 hingga 24 Mei 2016, bertempat di kantor BPAD DIY jalan tentara Rakyat Mataram no. 29 Yogyakarta, acara berlangsung dari pukul 08.00 hingga sekitar 15.00 WIB. Sebagai narasumber/ instruktur diambilkan dari beberapa instansi yang sudah memiliki Pustakawan Bersertifikat Kompetensi, yaitu Universitas Islam Indonesia, Universitas Gadjah Mada, serta tuan rumah BPAD DIY.
Universitas Islam Indonesia diambil empat (4) Pustakawan yang sudah bersertifikasi untuk menjadi instruktur pada bimtek Sertifikasi Kompetensi Pustakawan tersebut, yaitu: 1) Admiko Suharto, SIP (Direktorat Perpustakaan UII); 2) Gaib Suwasana, SIP., MIP (Perpustakaan FE UII); 3) Joko Sugeng Prianto, SIP., M.Hum (Direktorat Perpustakaan UII); dan 4) M. Jamil, SIP (Direktorat Perpustakaan UII). Adapun materi yang disampaikan berkenaan dengan sosialisasi informasi yang ada di dalam buku panduan SKKNI, serta memotivasi pustakawan agar percaya diri untuk mengikuti uji kompetensi sertifikasi pustakawan.
(Joko Sugeng Prianto/ Direktorat Perpustakaan UII)

Alhamdulillah… kita masih dipertemukan dengan bulan Ramadhan tahun 1437 H. Pada setiap bulan Ramadhan ada kegiatan rutin yang dilakukan di Direktorat Perpustakaan UII yaitu tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh seluruh pegawai Direktorat Perpustakaan UII bertempat di Ruang sidang lantai 2 Gedung Perpustakaan.
dan
Hana Isnaini Al Husna, ST (Juara III).



Rabu 4 Mei 2016 pukul 13.00 s.d. 15.00 WIB., Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (DP UII) menerima kunjungan tamu dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) sejumlah 65 orang. Rombongan tersebut terdiri dari siswa Diklat Calon Pustakawan Tingkat Ahli (CPTA) Angkatan XXXVII dan XXXVIII dan beberapa Pejabat Perpusnas RI serta para pembimbing, terdiri dari Hanugrahwati, SH. Kepala Bidang Penyelenggaraan Pelatihan, Drs. H. Sugiyanto Kepala Sub Bidang Pengajaran, Evi Subarkah, S.Sos. Kepala Sub Bidang Sarana Pendidikan dan Pelatihan, bapak Sujatna salah satu Widyaiswara di Perpustakaan Nasional RI, dan lain-lain.
DIREKTORAT PERPUSTAKAAN-KAMIS, 31 Maret 2016 — Jurnal yang baik setidaknya memiliki beberapa unsur seperti kejelasan dan kebaruan ide, mengikuti alur berpikir yang logis, mengikuti metode ilmiah, dan signifikan hasilnya. Penulis harus selalu memperhatikan detail-detail jurnal, seperti abstrak, judul, dan penggunaan Bahasa Inggris. Review awal biasanya terkait dengan kualitas abstrak yang dinilai kelayakannya, sebelum reviewer mereview isi artikel jurnal. Demikian disampaikan oleh Valerie Teng-Broug, Journal publisher Elsevier dalam pemaparannya sebagai narasumber Workshop “Writing a Great Paper and Getting it Published in a Research Journal” pada tanggal 31 Maret 2016 di ruang kuliah umum sayap timur gedung Prof. dr. Sardjito. Workshop tersebut diselenggarakan oleh direktorat perpustakan sebagai bagian kegiatan sosialisasi pemanfaatan jurnal sciencedirect oleh sivitas akademika UII. Acara workshop dibuka oleh Bapak Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. Dalam sambutannya, Bapak rektor menyatakan menulis dan menerbitkan jurnal adalah dua skill penting yang penting dimiliki oleh setiap sivitas akademika. Menerbitkan jurnal ke dalam publikasi ilmiah menurutnya membutuhkan kemauan dan strategi agar berhasil. Hanya jurnal yang terpilih dan berkualitaslah yang memiliki kesempatan untuk dimuat. Hal ini seringkali menjadi kendala bagi para dosen dan peneliti yang belum memahami betul strategi dalam menerbitkan jurnal di tingkat internasional. Untuk itu UII selalu mendorong para dosen, mahasiswa, maupun peneliti agar menjadi penulis aktif di bidangnya masing-masing. Dorongan ditunjukkan dengan mengadakan workshop dan pelatihan penulisan jurnal secara berkala dengan segmen peserta beragam.
DIREKTORAT PERPUSTAKAAN UII, SABTU 05 MARET 2016 – “Close The Libraries And Buy Everyone An Amazon Kindle Unlimited Subscription” jargon tersebut merupakan cambuk dan tantangan untuk perpustakaan jangan sampai perpustakaan ditutup gara-gara tidak dapat beradaptasi dengan kebutuhan pemakai, sehingga pemakai beralih ke penyedia informasi lain” disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia (UII) Dr. Ing. Ir. Ilya Fajar Maharika, MA., IAI. dalam acara Workshop Reorganisasi Universitas Islam Indonesia, pada Sabtu 5 Maret 2016 di ruang Audio Visual, Direktorat Perpustakaan lantai II, kampus terpadu UII jalan kaliurang km 14,5 Yogyakarta.
