Public Speaking for Librarians: Menguatkan Peran Pustakawan sebagai Komunikator

Sleman, 7 September 2026

Direktorat Manajemen Pengetahuan Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Library Lite bertema “Public Speaking for Librarians: dari Pustakawan ke Komunikator”, Senin (7/9), di Ruang Audio Visual Direktorat Manajemen Pengetahuan UII. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Herman Felani, S.S., M.A., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UII, sebagai narasumber.

Kegiatan ini membekali pustakawan dengan perspektif dan keterampilan komunikasi yang semakin dibutuhkan dalam menghadapi perubahan karakter pemustaka, khususnya generasi Z. Pustakawan tidak lagi cukup berperan sebagai penyedia informasi, tetapi juga perlu mampu membangun komunikasi dan koneksi dengan pengguna layanan perpustakaan.

Herman memaparkan adanya “pergeseran besar: dari informasi ke koneksi”. Perubahan tersebut terlihat dari pola belajar mahasiswa yang bergeser dari directed learning menuju independent learning. Mahasiswa tidak lagi hanya menjadi penerima informasi (receiving information), tetapi dituntut mampu menemukan dan mengevaluasi informasi (finding and evaluating info), serta berkembang dari sekadar mengerjakan tugas (doing assignments) menjadi proses membangun pengetahuan (building knowledge).

Cara membangun komunikasi yang lebih efektif dengan Gen Z dalam dilakukan dengan beragam metode. Peserta diperkenalkan dengan formula H-S-T-I-A, yaitu Hook, Story, Tell, Interact, dan Action. Hook digunakan untuk menarik perhatian audiens, Story membangun relevansi melalui cerita, Tell menyampaikan informasi utama, Interact mengajak audiens terlibat, sedangkan Action mengarahkan audiens pada langkah berikutnya.

Formula tersebut menjadi bekal praktis bagi pustakawan untuk menyampaikan informasi secara lebih menarik dan komunikatif. Dalam konteks layanan perpustakaan, kemampuan tersebut dapat diterapkan baik dalam komunikasi tatap muka maupun ketika membuat konten digital.

Pada sesi terakhir, peserta diajak mempraktikkan langsung pembuatan konten mengenai berbagai layanan perpustakaan. Praktik ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari, sekaligus mengemas informasi layanan perpustakaan agar lebih menarik, mudah dipahami, dan relevan bagi pemustaka.

Melalui Library Lite, Direktorat Manajemen Pengetahuan UII terus mendorong pengembangan kompetensi pustakawan agar mampu beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pengguna. Pustakawan masa kini bukan hanya tentang menyediakan informasi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut disampaikan, dikomunikasikan, dan mampu membangun koneksi dengan pemustaka.

Kontributor: Marni Utami

Editor: Akmal Faradise