Library Lite April 2026
Library Lite April 2026 dengan tema spesial: Benchmarking ke USIM, Direktorat Perpustakaan UII, Petakan Arah Pengembangan Layanan Modern
Sleman, 28 April 2026
Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) kembali melaksanakan Library Lite -sebuah ruang berbagi ilmu untuk para pustakawan UII yang dilakukan secara daring pada Selasa, 28 April 2026. Pada kesempatan kali ini dibuka dengan tausiyah yang disampaikan oleh Anton Risparyanto. “Surah Al-Quran pertama kali turun adalah Perintah membaca (Iqra’) yakni Surat Al-‘Alaq ayat 1-5. Tujuan dari perintah membaca di antaranya membangun keimanan dan mengenal Allah, menjadi makhluk yang berilmu dan berperadaban, meneliti dan menganalisis (literasi), mampu berpikir sistematis, mencapai kemaslahatan, serta pembeda kita sebagai manusia dengan makhluk Allah lainnya”, ujar Anton.
Neneng Asaniyah bercerita tentang pengalamannya mengunjungi Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) sebagai oleh-oleh dari kegiatan benchmarking yang diselenggarakan Rektorat pada 15 April 2026. Benchmarking ini merupakan upaya memperkuat pengembangan institusi dan secara khusus juga mendukung layanan perpustakaan yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pemustaka.
Neneng menjelaskan bahwa Perpustakaan USIM telah berkembang sebagai mitra strategis universitas yang didukung penuh oleh pimpinan kampus. Jumlah pemustaka sekitar 17 ribu orang dan koleksi lebih dari 100 ribu judul. Perpustakaan tersebut mengedepankan layanan berbasis teknologi serta fasilitas yang nyaman dan ramah pengguna.
Beberapa fasilitas unggulan yang dimiliki USIM antara lain self-check machine, bookdrop machine, ruang diskusi modern, learning space, library pod, hingga layanan Virtual Reality (VR) untuk mendukung pengalaman belajar interaktif. Selain itu, sistem akses perpustakaan juga telah memanfaatkan gate otomatis dan layanan mandiri guna meningkatkan efisiensi layanan serta validitas data pengunjung.
Benchmarking ini juga membuka peluang kerja sama strategis antara UII dan USIM, seperti integrasi akses repository, knowledge sharing melalui telekonferensi, serta program magang pustakawan atau staff exchange. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kompetensi pustakawan sekaligus memperluas jejaring internasional Perpustakaan UII.
Sebagai tindak lanjut, Neneng merumuskan lima langkah prioritas, yaitu pengadaan gate kontrol akses, layanan self-check dan bookdrop, evaluasi koleksi secara berkala, redesign ruang baca yang lebih modern, serta pengembangan galeri perpustakaan sebagai media informasi dan representasi institusi. Melalui benchmarking ini, Perpustakaan UII berharap dapat terus bertransformasi menjadi pusat belajar yang inovatif, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Kontributor: Marni Utami | Editor: AF



Perpustakaan Universitas Islam Indonesia telah mendapatkan akreditasi A dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sejak tahun 2014.