DIREKTORAT PERPUSTAKAAN UII, JUM’AT 19 FEBRUARI 2016 — Menunggu hampir 3 (tiga) bulan lamanya, maka apa yang telah ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Jum’at (19/2/2016) bertempat di R. Sidang Utama, Gedung Prabuningrat Lt.4. Tujuh Pustakawan UII, yaitu Joko S. Prianto, SIP., M.Hum,  Gaib Suwasana, SIP., MIP.   Sungadi, S.Sos, MIP., Anton Risparyanto, S.Sos.,MIP.,  Suharti AD, SIP.,(masing-masing kompetensi dibidang pengembangan koleksi), Admiko Suharto, SIP., (kompetensi dibidang Pengolahan Bahan Perpustakaan),  M. Jamil., SIP., (Kompetensi dibidang Pemasyarakatan Perpustakaan) menerima hasil kerasnya yaitu Sertifikasi Pustakawan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Nasional Jakarta.  Penyerahan sertifikat kompetensi Pustakawan langsung diserahkan oleh Rektor Universitas Islam Indonesia.
Dalam sambutannya Rektor UII berpesan agar pustakawan yang telah bersertifikat ini lebih meningkatkan kompetensinya dan dapat lebih giat lagi dalam kinerjanya, sehingga dapat memberi manfaat baik pada dirinya maupun institusinya, khususnya Univesitas Islam Indoensia. Disamping itu juga kata-kata Rahmatan lil’alamin betul-betul diwujudkan dalam tindakan nyata bukan hanya slogan belaka. Penyerahan Sertifikasi juga dihadiri, Wakil Rektor II dan Wakil Dekan, beserta para pejabat dilingkungan UII. (Umi Wardanah, Pustakawan UII).
Dosen sebagai insan akademik dan pemangku kepentingan akademik dituntut untuk memahami teknik penulisan karya ilmiah. Karena diantara kita masih ada yang belum memahami bagaimana cara menulis karya ilmiah?. Kamis (18/02/2016), bertempat di Ruang Audiovisual Lantai 2, Direktorat Perpustakaan UII Gedung Mohammad Hatta. Dikupas tuntas lewat Workshop Teknik Penulisan Karya Ilmiah bagi dosen baru UII. Acara workshop secara  resmi dibuka oleh Wakil Rektor I, Dr.-Ing. Ilya Fadjar Maharika, MA. IAI., Dalam sambutannya Wakil Rektor I memaparkan bahwa kebijakan universitas yang berkaitan dengan karya ilmiah akan terus ditingkatkan, karena salah satu kunci keberhasilan suatu institusi adalah hasil karya yang dihasilkan oleh pemangku akademik. Khususnya dosen atau mahasiswa, baik lewat hasil penelitian maupun tulisan yang dihasilkannya. Salah satu contoh adalah dengan mewajibkan publikasi hasil karya dosen atau tugas akhir mahasiswa. Dalam rangka mendukung kebijakan tersebut, maka perpustakaan diarahkan untuk menjadi knowledge management center, dimana perpustakaan tidak hanya menjadi tempat baca saja, melainkan ke depan perpustakaan sebagai pusat pengelolaan ilmu pengetahuan. Sekarang baru kita persiapkan jurnal online terpadu UII, yang nanti pengelolanya di bawah Direktorat Perpustakaan, ungkapnya.
Workshop dibagi 2 (dua) sesi, sesi ke-1 disampaikan Prof. Dr. Hadri Kusuma, MBA, moderator Ali Minanto, S. Kom., MA. dengan judul “Dasar Teknik Penulisan Karya Ilmiah”. Dalam paparannya  Hadri Kusuma menekankan pentingnya mata kuliah metode penelitian dan silabinya bagi mahasiswa agar belajar meneliti dan melakukan penelitian dengan baik dan benar. Sementara sesi ke-2 disampaikan oleh Yudi Prayudi, S.Si., M.Kom. yang menyoroti tentang “Teknik Menggunakan Reference Manager (khususnya mendeley)”, disamping itu para peserta workshop juga dikenalkan Software Mendeley, yaitu software akademik untuk mendukung kegiatan penelitian, yang terdiri dari proses penulisan referensi, sitasi, dan juga korespondensi penelitian (Tatik Herawati, Pustakawan UII)
Selasa, 29 Desember 2015 bertempat di Ruang Sidang 2 Lt. 2. Direktorat Perpustakaan, dilaksanakan pemberian reward/ hadiah bagi 10 pemustaka (mahasiswa) yang rajin berkunjung dan pinjam koleksi perpustakaan. Pemberian reward disampaikan oleh Direktur Direktorat Perpustakaan Joko Sugeng Prianto, SIP., M.Hum. Dalam sambutannya Direktur Perpustakaan mengucapkan “Selamat anda telah terpilih sebagai mahasiswa terbaik dan terajin diantara pemustaka yang lain, karena kalau kita melihat dari 20.000 mahasiswa Universitas Islam Indonesia anda termasuk mahasiswa yang banyak mengetahui manfaat dari perpustakaan dan aset koleksi di dalamnya”.
 
Lebih lanjut direktur berpesan agar penerima reward menularkan “virus cinta perpustakaan” kepada teman-temannya agar dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Direktorat Perpustakaan dengan optimal, sangat mubadzir apabila koleksi yang sudah disediakan dan diadakan dengan biaya yang banyak tidak dimanfaatkan. Direktur Perpustakaan juga meminta masukan dari mahasiswa penerima reward berkaitan dengan pelayanan perpustakaan, kelengkapan koleksi dan sarana lain agar ke depan Direktorat Perpustakaan dapat lebih baik lagi dalam menyediakan kebutuhan pemustaka, sehingga tingkat kunjungan dan keterpakaian koleksi Direktorat Perpustakaan UII dapat meningkat dengan pesat.
 
Sepuluh pemustaka (mahasiswa) yang berhak menerima reward sebagai berikut:
 
1.  Rudias Putra Fakultas MIPA Program Studi Statistik,
2.  Aini Fitriyana Zakiyah Fakultas MIPA Program Studi Farmasi,
3.  Rizqi Anfanni Fahmi Pasca Sarja MSI Program IAI,
4.  Sustia Ningsih FAI Program Studi Syariah,
5.  Harianto Palanu Fakultas MIPA Program Studi Statistik,
6.  Nanang Andi Nurfatha FAI Program Studi Ekonomi Islam,
7.  Moh. Sodiq, SH, Pasca Sarjana Fakultas Hukum,
8.  Rati Anjellah FAI Ekonomi Islam,
9.  Egip Indrayanto Fakultas Teknik Industri Program Studi Teknik Industri,
10. Lisnawati Program Studi Tarbiyah.
 
 (Ismanto/ Pustakawan UII)
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mengadakan full Assessment sertifikasi pustakawan yang berada dilingkungan UII. Bertempat di Lt.2 R. Audiovisual Direktorat Perpustakaan UII. Proses Sertifikasi Pustakawan berlangsung selama dua hari dari tanggal 15 dan 16 Desember 2015. Sertifikasi diikuti 8 orang peserta yang terdiri dari 7 (tujuh) orang pustakawan UII dan satu dari Pustakawan UGM. Sertifikasi Pustakawan ini disyaratkan bagi pustakawan yang sudah berpedidikan minimal S1 (Strata 1) ke atas atau sebagai pustakawan ahli.   Adapun klaster yang diambil terdiri dari  klaster Pengolahan Bahan Perpustakaan 2 (dua) orang, dan  Pemasyarakatan 1 (satu ) orang dan  klaster Pengembangan Koleksi 5  (lima) orang. Tim Assessor dari Perpusnas RI sebanyak 5 (lima) orang yang dipimpin oleh  Dra, Lily Suarny, M.Si.  Sebelum dilakukan assessment terlebih dahulu pihak assessor melakukan pengecekan kesesuaian persyaratan uji kompetensi meliputi Tempat Uji Kompetensi (TUK), dokumen peserta (assessi), dan sarana prasarana lainnya yang harus disediakan sesuai dengan panduan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Perpustakaan.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara Sertifikasi Pustakawan menyatakaan, bahwa pada era persaingan global, persaingan semakin kompetitif, tidak lama lagi akhir tahun ini tepatnya tanggal 31 Desember 2015 akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), menuntut kita sebagai lembaga pendidikan khususnya Perguruan Tinggi untuk menyiapkan tenaga-tenaga professional yang kompeten dalam bidangnya dan mampu bersaing dengan tenaga-tenaga professional dari Negara lain. Salah satu tolok ukur tenaga itu dikatakan professional apabila berkompeten di bidangnya juga diwajibkannya bagi setiap profesi memiliki sertifikasi baik nasional maupun internasional, pungkasnya.
Sementara Dra. Lily Suarny, M.Si menyampaikan bahwa assessment yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana profesi pustakawan itu kompeten dalam bidangnya. Assesmen ini bukan untuk menakut-nakuti assessi namun untuk mengetahui apakah klaster yang diambil itu sudah sesuai dengan bidangnya. Disamping itu tujuan diadakan sertifikasi ini juga untuk meningkatkan kompetensi assessi, baik individu pustakawan maupun untuk institusi, karena akan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi institusi. Profesi pustakawan sudah diperhitungkan dalam akreditasi nasional, maka diharapkan assessi betul-betul dapat berlaku jujur dalam menjawab pertanyaan assessor dan dalam kompetensi unjuk kerja (KUK). (Ismanto/ Pustakawan UII)