Writing a Great Paper and Getting it Published in a Research Journal — Elsevier Workshop

DIREKTORAT PERPUSTAKAAN-KAMIS, 31 Maret 2016 — Jurnal yang baik setidaknya memiliki beberapa unsur seperti kejelasan dan kebaruan ide, mengikuti alur berpikir yang logis, mengikuti metode ilmiah, dan signifikan hasilnya. Penulis harus selalu memperhatikan detail-detail jurnal, seperti abstrak, judul, dan penggunaan Bahasa Inggris. Review awal biasanya terkait dengan kualitas abstrak yang dinilai kelayakannya, sebelum reviewer mereview isi artikel jurnal. Demikian disampaikan oleh Valerie Teng-Broug, Journal publisher Elsevier dalam pemaparannya sebagai narasumber Workshop “Writing a Great Paper and Getting it Published in a Research Journal” pada tanggal 31 Maret 2016 di ruang kuliah umum sayap timur gedung Prof. dr. Sardjito. Workshop tersebut diselenggarakan oleh direktorat perpustakan sebagai bagian kegiatan sosialisasi pemanfaatan jurnal sciencedirect oleh sivitas akademika UII. Acara workshop dibuka oleh Bapak Rektor UII, Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc. Dalam sambutannya, Bapak rektor menyatakan menulis dan menerbitkan jurnal adalah dua skill penting yang penting dimiliki oleh setiap sivitas akademika. Menerbitkan jurnal ke dalam publikasi ilmiah menurutnya membutuhkan kemauan dan strategi agar berhasil. Hanya jurnal yang terpilih dan berkualitaslah yang memiliki kesempatan untuk dimuat. Hal ini seringkali menjadi kendala bagi para dosen dan peneliti yang belum memahami betul strategi dalam menerbitkan jurnal di tingkat internasional. Untuk itu UII selalu mendorong para dosen, mahasiswa, maupun peneliti agar menjadi penulis aktif di bidangnya masing-masing. Dorongan ditunjukkan dengan mengadakan workshop dan pelatihan penulisan jurnal secara berkala dengan segmen peserta beragam.

Peserta workshop sebanyak 156 orang, sebagian besar sivitas akademika UII sangat antusias mengikuti acara termasuk pada sesi 2 yang disampaikan oleh Nicholas Pak, Solutions Consultant, Elsevier.

 

Workshop Reorganisasi Universitas Islam Indonesia

cover-berita-reorganisasi-800x500DIREKTORAT PERPUSTAKAAN UII, SABTU 05 MARET 2016 – “Close The Libraries And Buy Everyone An Amazon Kindle Unlimited Subscription” jargon tersebut merupakan cambuk dan tantangan untuk perpustakaan jangan sampai perpustakaan ditutup gara-gara tidak dapat beradaptasi dengan kebutuhan pemakai, sehingga pemakai beralih ke penyedia informasi lain” disampaikan oleh Wakil Rektor I Universitas Islam Indonesia (UII) Dr. Ing. Ir. Ilya Fajar Maharika, MA., IAI. dalam acara Workshop Reorganisasi Universitas Islam Indonesia, pada Sabtu 5 Maret 2016 di ruang Audio Visual, Direktorat Perpustakaan lantai II, kampus terpadu UII jalan kaliurang km 14,5 Yogyakarta.
Workshop berlangsung dari 08.00 s.d. 12.30 WIB, dibagi menjadi dua sesi, narasumber pertama Dr. Ing. Ir. Ilya Fajar Maharika, MA., IAI. menyampaikan konsep Arah dan Kebijakan Redesign UII. Lebih lanjut WR I menyampaikan bahwa, “Re-design UII bertujuan untuk merubah hal yang lebih baru dan lebih baik lagi, memang tantangannya lebih berat dari pada mendirikan organisasi baru”. Ilya juga menyitir cuplikan pidato salah satu founding father UII yaitu Moh. Hatta bahwa, “Pendirian UII ini diharapkan dapat menjadi tempat bertemunya agama (religion) dan ilmu (science) dalam kerjasama yang baik untuk membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat”. Bertemunya agama dan ilmu pengetahuan ini diyakini merupakan kondisi untuk tercapainya visi UII sebagai rahmatan lil ‘alamiin. WR I memberikan semangat kepada semua peserta untuk mewujudkan visi luhur UII tersebut dengan mempersiapkan diri untuk selalu meningkatkan skill dan motivasi dalam berkarya. Dalam sesi ini juga disinggung berbagai aspek, seperti tantangan baru universitas, Lansekap global dan baru bagi universitas, student centred & flexible learning, quality culture, knowledge as asset danknowledge management center.
Narasumber ke dua Dr. Dra. Trias Setiyawati, MSi. dosen Fakultas Ekonomi UII menyampaikan perihal Re-organisasi Universitas Islam Indonesia. Berkaitan dengan restrukturisasi organisasi, Trias menyampaikan tujuan restrukturisasi paling tidak ada tiga yaitu, ideologis penataan kembali organisasi UII untuk mempercepat pencapaian visi UII, ekonomis penataan kembali organisasi UII untuk mencapai efektifitas dan efisiensi organisasi, serta manajerial agar secara eksternal organisasi UII lebih fleksibel dalam merespon perubahan global dan mempercepat proses pengambilan keputusan internal. Narasumber ke dua ini juga membahas business model UII, strategy korporat, reward system, dan knowledge management.
Dalam sambutan pembukaan workshop Direktur Perpustakaan berharap agar workshop Reorganisasi UII ini dapat menambah wawasan pengetahuan, serta mengerti dan memahami rencana pengembangan organisasi UII ke depan, sehingga peserta dapat gamblang dan siap dalam menghadapi perubahan, dengan selalu meningkatkan keahlian yang dibutuhkan untuk beradaptasi dan melaksanakan tugas-tugas ke depan. Menyitir pendapat Mario Teguh “Perubahan tidak selalu sesuai dengan yang Anda inginkan, tapi perubahan adalah yang Anda butuhkan”.
Peserta workshop terdiri dari Pustakawan dan tenaga kependidikan yang bekerja di seluruh perpustakaan UII, hadir sekitar 40 orang. (Joko SP/ Pustakawan UII)