SARASEHAN MOTIVASI DIRI MERAIH PRESTASI PUSTAKAWAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

SarasehanBerprestasi merupakan dambaan setiap manusia, demikian juga yang diharapkan oleh pimpinan Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia (UII) kepada para pustakawannya.  Oleh karena itu, untuk memotivasi para pustakawan UII pada hari Selasa, 17 Maret 2015 Direktorat Perpustakaan UII menyelenggarakan acara “Sarasehan Motivasi Diri Meraih Prestasi Pustakawan UII” yang bertempat di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Moh Hatta Perpustakaan dan Museum UII.
Direktur Direktorat Perpustakaan UII pada sambutannya menyampaikan bahwa melalui kegiatan sarasehan ini diharapkan dapat memotivasi semua pustakawan dan pegawai perpustakaan di lingkungan UII agar mereka selalu semangat dalam bekerja dan berkarya sehingga berhasil meraih yang terbaik. Sarasehan pada kesempatan ini menampilkan pemateri dari pustakawan UII yang pernah berhasil memperoleh prestasi baik dalam lingkup internal maupun eksternal, bahkan nasional.
Acara sarasehan kali ini dibagi menjadi 3 sesi  yaitu: Sesi I Motivasi Diri dalam Meraih Prestasi yang disampaikan oleh H. Sungadi, S.Sos.,MIP beliau berhasil memperoleh prestasi  menjadi pegawai berprestasi UII tahun 2006, Juara I Pustakawan berprestasi tingkat Kopertis Wilayah V DIY tahun 2013 dan prestasi lainnya. Pada Sesi II Kiat Meraih Beasiswa dan Nilai Terbaik Pelatihan TOT di Perpusnas RI, disampaikan oleh Joko Sugeng Prianto, SIP.,M.Hum, beliau berhasil memperoleh beasiswa S2 dari Departemen Agama RI tahun 2009 dan memperoleh nilai tertinggi pada pelatihan Training of Trainer (TOT) di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2014. Pada Sesi III Kunci Sukses Pustakawan Juara Nasional yang disampaikan oleh Suwardi, SIP, beliau berhasil memperoleh Juara I Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Perpusnas RI tahun 2006.
Acara di akhiri dengan pemutaran film yang menceritakan tentang orang-orang yang sukses berhasil meraih prestasi yang terbaik walaupun mereka memiliki kekurangan, seperti tangan satu, kaki satu ataupun cacat fisik yang lain. (Suharti AD/ Pustakawan UII)