REWARD BAGI PEMUSTAKA YANG RAJIN KE PERPUSTAKAAN

Selasa, 29 Desember 2015 bertempat di Ruang Sidang 2 Lt. 2. Direktorat Perpustakaan, dilaksanakan pemberian reward/ hadiah bagi 10 pemustaka (mahasiswa) yang rajin berkunjung dan pinjam koleksi perpustakaan. Pemberian reward disampaikan oleh Direktur Direktorat Perpustakaan Joko Sugeng Prianto, SIP., M.Hum. Dalam sambutannya Direktur Perpustakaan mengucapkan “Selamat anda telah terpilih sebagai mahasiswa terbaik dan terajin diantara pemustaka yang lain, karena kalau kita melihat dari 20.000 mahasiswa Universitas Islam Indonesia anda termasuk mahasiswa yang banyak mengetahui manfaat dari perpustakaan dan aset koleksi di dalamnya”.
 
Lebih lanjut direktur berpesan agar penerima reward menularkan “virus cinta perpustakaan” kepada teman-temannya agar dapat memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh Direktorat Perpustakaan dengan optimal, sangat mubadzir apabila koleksi yang sudah disediakan dan diadakan dengan biaya yang banyak tidak dimanfaatkan. Direktur Perpustakaan juga meminta masukan dari mahasiswa penerima reward berkaitan dengan pelayanan perpustakaan, kelengkapan koleksi dan sarana lain agar ke depan Direktorat Perpustakaan dapat lebih baik lagi dalam menyediakan kebutuhan pemustaka, sehingga tingkat kunjungan dan keterpakaian koleksi Direktorat Perpustakaan UII dapat meningkat dengan pesat.
 
Sepuluh pemustaka (mahasiswa) yang berhak menerima reward sebagai berikut:
 
1.  Rudias Putra Fakultas MIPA Program Studi Statistik,
2.  Aini Fitriyana Zakiyah Fakultas MIPA Program Studi Farmasi,
3.  Rizqi Anfanni Fahmi Pasca Sarja MSI Program IAI,
4.  Sustia Ningsih FAI Program Studi Syariah,
5.  Harianto Palanu Fakultas MIPA Program Studi Statistik,
6.  Nanang Andi Nurfatha FAI Program Studi Ekonomi Islam,
7.  Moh. Sodiq, SH, Pasca Sarjana Fakultas Hukum,
8.  Rati Anjellah FAI Ekonomi Islam,
9.  Egip Indrayanto Fakultas Teknik Industri Program Studi Teknik Industri,
10. Lisnawati Program Studi Tarbiyah.
 
 (Ismanto/ Pustakawan UII)

SERTIFIKASI PUSTAKAWAN UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA OLEH LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI (LSP) PUSTAKAWAN PERPUSNAS RI

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pustakawan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mengadakan full Assessment sertifikasi pustakawan yang berada dilingkungan UII. Bertempat di Lt.2 R. Audiovisual Direktorat Perpustakaan UII. Proses Sertifikasi Pustakawan berlangsung selama dua hari dari tanggal 15 dan 16 Desember 2015. Sertifikasi diikuti 8 orang peserta yang terdiri dari 7 (tujuh) orang pustakawan UII dan satu dari Pustakawan UGM. Sertifikasi Pustakawan ini disyaratkan bagi pustakawan yang sudah berpedidikan minimal S1 (Strata 1) ke atas atau sebagai pustakawan ahli.   Adapun klaster yang diambil terdiri dari  klaster Pengolahan Bahan Perpustakaan 2 (dua) orang, dan  Pemasyarakatan 1 (satu ) orang dan  klaster Pengembangan Koleksi 5  (lima) orang. Tim Assessor dari Perpusnas RI sebanyak 5 (lima) orang yang dipimpin oleh  Dra, Lily Suarny, M.Si.  Sebelum dilakukan assessment terlebih dahulu pihak assessor melakukan pengecekan kesesuaian persyaratan uji kompetensi meliputi Tempat Uji Kompetensi (TUK), dokumen peserta (assessi), dan sarana prasarana lainnya yang harus disediakan sesuai dengan panduan dalam Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) bidang Perpustakaan.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Dr. Ir. Harsoyo, M.Sc dalam sambutannya dan sekaligus membuka acara Sertifikasi Pustakawan menyatakaan, bahwa pada era persaingan global, persaingan semakin kompetitif, tidak lama lagi akhir tahun ini tepatnya tanggal 31 Desember 2015 akan memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), menuntut kita sebagai lembaga pendidikan khususnya Perguruan Tinggi untuk menyiapkan tenaga-tenaga professional yang kompeten dalam bidangnya dan mampu bersaing dengan tenaga-tenaga professional dari Negara lain. Salah satu tolok ukur tenaga itu dikatakan professional apabila berkompeten di bidangnya juga diwajibkannya bagi setiap profesi memiliki sertifikasi baik nasional maupun internasional, pungkasnya.
Sementara Dra. Lily Suarny, M.Si menyampaikan bahwa assessment yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana profesi pustakawan itu kompeten dalam bidangnya. Assesmen ini bukan untuk menakut-nakuti assessi namun untuk mengetahui apakah klaster yang diambil itu sudah sesuai dengan bidangnya. Disamping itu tujuan diadakan sertifikasi ini juga untuk meningkatkan kompetensi assessi, baik individu pustakawan maupun untuk institusi, karena akan memberikan nilai tambah yang tinggi bagi institusi. Profesi pustakawan sudah diperhitungkan dalam akreditasi nasional, maka diharapkan assessi betul-betul dapat berlaku jujur dalam menjawab pertanyaan assessor dan dalam kompetensi unjuk kerja (KUK). (Ismanto/ Pustakawan UII)