Sosialisasi Jabatan Fungsional, Pangkat Dan Angka Kredit Pustakawan Universitas Islam Indonesia

Bertempat di Ruang Kuliah lantai 1 Gedung Prof. Dr. Sardjito Kampus Terpadu UII Jalan Kaliurang km 14,5 Yogyakarta, pada hari Selasa 1 Juni 2010 diselenggarakan acara Sosialisasi Jabatan Fungsional, Pangkat dan Angka Kredit Pustakawan UII. Acara ini diselenggarakan oleh Divisi Administrasi Sumber Daya Manusia Direktorat Organisasi dan Sumber Daya Manusia (DOSDM) dan dihadiri oleh Tim Perumus Peraturan Jabatan Fungsional, Pangkat dan Angka Kredit bagi Pustakawan, pustakawan dan pegawai tetap non pustakawan yang berlatar pendidikan Diploma Tiga dan Sarjana selain bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi.
 
Latar belakang diadakan acara ini salah satunya karena sangat kurangnya jumlah pustakawan yang ada di lingkungan UII dibandingkan dengan jumlah perpustakaan yang ada, demikian disampaikan Ir. Bambang Sulistiono, MSCE selaku Ketua Tim. Saat ini jumlah pustakawan UII berjumlah 29 orang yang terdiri dari 4 Pustakawan Tingkat Ahli dengan jabatan Pustakawan Muda dan 25 Pustakawan Tingkat Terampil dengan jabatan Pustakawan Pelaksana, Pustakawan Pelaksana Lanjutan dan Pustakawan Penyelia.
 
Jabatan Fungsional Pustakawan merupakan jabatan pilihan yang menuntut kemandirian bagi pemilihnya untuk dapat meraih prestasi semaksimal mungkin.  Berbeda dengan pegawai administrasi yang dalam berkarya selalu berkaitan dengan pihak lain.  Untuk dapat naik pangkat, pustakawan harus mengumpulkan angka kredit (DUPAK) yang merupakan hasil prestasi kerjanya, sedangkan pegawai administrasi secara otomatis setiap empat tahun sekali asal Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP 3) baik.
 
Jumlah pustakawan UII yang hanya 29 pustakawan tersebut, sangat tidak seimbang dengan jumlah perpustakaan yang ada di UII. Saat ini masing-masing fakultas mempunyai perpustakaan sendiri-sendiri, sehingga dengan Direktorat Perpustakaan ada lebih dari 10 perpustakaan.  Kalau dirata-rata hampir 3 pustawakan untuk masing-masing perpustakaan. Keadaan ini sangat memprihatinkan dan dapat menjadi kendala untuk pengembangan perpustakaan.  Pustakawan disamping harus memberikan pelayanan yang memuaskan para pemustakanya, juga harus memikirkan pengembangan perpustakaan untuk menunjang kegiatan akademik dan cita-cita lembaga induknya.
 
To World Class Universitysebagai cita-cita UII telah dicanangkan, itu artinya perpustakaan UII juga harus mempersiapkan diri dan berbenah untuk menunjang tercapainya cita-cita UII yang luhur tersebut.
 
(Suharti AD)